Malang — Bagi sebagian orang, Lebaran adalah waktu untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Namun bagi prajurit, momen itu hanya menjadi jeda singkat dari ritme pengabdian yang nyaris tanpa henti.
Di Makorem 083/Baladhika Jaya, Selasa (17/3/2026), Komandan Korem 083/Bdj Kolonel Inf Kohir melepas prajurit yang akan menjalani cuti Idul Fitri. Pelepasan itu bukan sekadar seremoni rutin, melainkan penegasan bahwa tugas tetap melekat, bahkan saat mereka berada jauh dari satuan.
Dalam arahannya, Danrem menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan tanggung jawab profesional. Ia mengingatkan bahwa waktu bersama keluarga harus dimanfaatkan dengan baik, namun tidak boleh mengaburkan kesiapan untuk kembali menjalankan tugas sewaktu-waktu.
Bingkisan Lebaran yang diberikan kepada prajurit dan PNS menjadi simbol sederhana dari perhatian institusi. Di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan pesan bahwa organisasi hadir untuk menjaga kesejahteraan moril anggotanya.
Danrem juga menyinggung potensi dinamika yang meningkat selama periode mudik, mulai dari kepadatan arus lalu lintas hingga kerentanan keamanan di lingkungan tempat tinggal. Ia meminta setiap prajurit tetap waspada dan bertanggung jawab terhadap keselamatan diri dan keluarganya.
Lebih jauh, kesiapsiagaan ditegaskan sebagai prinsip yang tidak mengenal waktu. Status cuti tidak menghapus kewajiban prajurit untuk tetap siap merespons situasi darurat, jika sewaktu-waktu dibutuhkan negara.
Pembagian cuti dalam dua gelombang menjadi bagian dari strategi menjaga kesinambungan pengamanan wilayah. Di balik suasana Lebaran yang hangat, terdapat sistem yang terus bergerak memastikan stabilitas tetap terjaga. (*)

0 Komentar